indosiar.com, Jakarta - Rencana pemeriksaan Milana Anggraini, istri tersangka makelar pajak, Gayus Tambunan, diungkapkan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Polisi Ito Sumardi, di Jakarta, Kamis (01/04/10) pagi tadi. Pemeriksaan terhadap Milana akan dilakukan dalam waktu dekat, karena Milana Anggraini, saat ini masih berada dalam perlindungan polisi.

Kabareskrim menambahkan, pemeriksaan terhadap Milana akan difokuskan untuk memperkuat keterangan sang suami, guna mengungkap keterlibatan orang lain, termasuk perwira di lingkungan polri. Pemeriksaan terhadap para saksi dan tersangka, akan dilakukan tim independen, yang dibentuk Mabes Polri.
Istri Gayus, Milana Anggraini, diduga menerima aliran dana dari suaminya sebesar 3,6 milyar rupiah, melalui transfer, sebanyak 5 kali, dalam kurun waktu dari 4 Desember 2009 hingga 11 Januari 2010. Selain ke rekening Milana, penyidik juga akan mencermati penyebaran dana 25 milyar dari rekenang Gayus, ke rekening yang lain. Milana sendiri telah tiba di Indonesia Rabu sore.

Hal ini membuktikan bahwa markus tidak bekerja sendiri. Mereka bekerja terkoordinir dan telah terkoordinasi. Begitu juga Gayus, tidak bekerja sendiri. Dia mempunyai rekan Andi Kosasih (pengusaha), Susno Duadji (Polisi). Ditambah lagi istri Gayus yang bekerja sebagai anggota DPRD. Maka dari itu, rekan Gayus saya kira bukan hanya itu, melainkan banyak lagi. Rekan Gayus bisa sangat dimungkinkan adalah pejabat tinggi negara, sehingga dia bisa dengan lancar menjalankan aksinya tanpa sepengetahuan selama ini.
Problem seperti ini sangat merugikan masyarakat. Nama hukum di Indonesia tercoreng dengan kejadian ini. Dimana hukum dapat dimakelarkan seperti barang. Lalu uang rakyat ”dimakan” untuk kepentingan individu tanpa memperhatikan rakyat yang sedang kesusahan untuk mencari uang. Korupsi di negara ini seakan biasa. Itu terucap pada pengakuan Andi Kosasih di Jawa Pos saat dimintai keterangan oleh polisi, dia menjawab: ”Hal yang saya lakukan ini sudah biasa dilakukan pak,”
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa korupsi saat ini merupakan budaya bangsa yang sulit dirubah. Orang korupsi itu dikarenakan moral, dan keimanan agama yang kurang kuat. Oleh karena itu Indonesia sampai dikatakan negara terkorup nomer 3 se-ASEAN [http://www.o-bras.com/2010/03/daftar-negara-terkorup-di-asia-pasifik.html].

Solusi adalah, pada jenjang pendidikan seharusnya diajarkan tentang pendidikan moral dan menumbuhkan kecintaan terhadap negara. Lalu pada pemilihan calon pejabat diadakan tes moral dan tes kejujuran agar dia tidak korupsi. Misalnya calon pejabat sengaja dberi uang untuk korupsi, bagaimana tanggapan si calon pejabat tersebut. Jadi tolak ukur kelulusan suatu pendidikan seharusnya bukan UNAS, tapi perilaku kejujuran. Serta hukuman yang berat bagi koruptor, misalnya digebukin rakyat seluruh Indonesia.

Komentar

  1. permasalahannya juga skrg, untuk saat ini apakah mungkin klo pendidikan moral itu d ajarkan dengan kondisi simpangsiurnya standar pendidikan di Indonesia saat ini?

    BalasHapus
  2. mudah saja syam....

    setiap daerah kan punya standar moral sendiri-sendiri. misal didaerah jawa berbicara sama orang yang lebih tua harus pake krama inggil atau bahasa indonesia.

    lah dari tiap-tiap daerah bisa digodok dan akan menjadi standar pelajaran moral.

    apalagi Indonesia kaya akan budaya....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabizaku Neo Bag

Trojika MPO